Pelatih Inter Milan Silih Berganti, Mampukah Skuat Ini Bangkit?

Salah satu klub yang dikenal sering gonta-ganti manajer atau pelatih adalah Inter Milan. Kondisi itu memang sangat berpengaruh terhadap kinerja para anak asuhannya. Hasil kurang memuaskan memang sering mendekap skuat ini. Apa yang menyebabkan hal itu terjadi? Mampukan tim ini bangkit, bersama pelatih Inter Milan yang baru?

Geoffrey Kondogbia Prihatin dengan Nasib Inter Milan

Memang Geoffrey Kondogbia tidak melihat langsung penderitaan skuat yang pernah dibelanya ini. Sebab saat ini dia berstatus sebagai pemain pinjaman di Valencia. Tapi walau demikian, dia tetap saja ikut prihatin dengan klub utamanya itu.

Sebelumnya muncul harapan kalau setelah menang dengan Bologna dengan skor 2-1, akan merangsang kebangkitan skuat Milan. Kala itu adalah kesempatan pertama bagi tim asuhan Luciano Spaletti, setelah memainkan delapan pertandingan tanpa pernah menang. Karena sebelumnya Milan hanya bermain imbang sebanyak lima kali, dan harus takluk sebanyak tiga kali.

Ketika berhadapan dengan Genoa, Inter Milan juga harus mengakui kekalahannya. Skor dua gol tanpa balas menorehkan catatan sangat buruk bagi tim ini. Karena gol tercipta akibat aksi bunuh diri pemain Milan sendiri. Gol perdana terjadi di menit 45 yang disebabkan oleh Andrea Ranocchia. Sedangkan gol kedua akibat ulah Goran Pandev, yang terjadi di menit 59.

Geoffrey Kondogbia bergabung dengan klub ini sejak musim kompetisi 2015-2016. Sehingga dirinya sudah banyak mengetahui kondisi internal yang dialami skuat ini. Menurutnya, para pemain Milan sudah hilang rasa percaya dirinya. Mereka pun terlihat tidak bisa bermain seimbang dan konsisten.

Kondisi itu tentunya sangat buruk dan bisa mengacaukan masa depan Milan. Kondogbia saja pernah dilatih empat hingga lima pelatih hanya dalam rentang dua tahun saja. Setiap pelatih tentunya punya gaya dan strategi sendiri. Sehingga cukup membingungkan bagi para pemainnya. Apalagi bagi mereka yang masih muda usianya.

Luciano Spalletti Ingin Jadi Pelatih Terbaik Inter Milan

Klub asal Italia ini memang tercatat paling sering gonta ganti pelatih. Sejak ditinggalkan oleh Jose Mourinho pada musim 2009-2010, kebiasaan buruk itu terus bergulir hingga kini. Padahal kala itu treble winners sudah diraihnya di musim kompetisi kala itu.

Tercatat, Luciano Spalletti adalah manajer ke 10, yang dikontrak manajamen mulai tahun 2017. Kabarnya pelatih ini juga akan segera didepak dari Inter Milan. Sama seperti para pendahulunya, yang juga harus pergi dengan surat pemecatan. Kalau pelatih sering silih berganti, rasanya sulit bagi Milan bisa bangkit dari keterpurukannya.

Spalletti sudah mengasuh tim ini dalam 27 laga. Timnya mampu menang 13 kali, 4 kali kalah, dan 10 kali main imbang. La Beneamata sekarang ini harus puas dengan posisi ke lima di papan klasemen sementara ajang Serie A. Lazio lebih unggul dengan satu poin, sehingga berhak bertengger di peringkat ke empat.

Meski didera rumor pemecatatan, Spalletti tetap ingin bekerja seoptimal mungkin. Sehingga dirinya bisa memberikan hasil yang sangat memuaskan bagi klub ini. Komitmen ini dilakukannya setiap hari, saat berlatih dan ketika anak asuhannya berlaga di lapangan hijau.

Laga lanjutan terdekat, Inter Milan akan hadapi Benevento di kompetisi Serie A. Pada kesempatan ini, Inter Milan harus bisa menang. Sehingga Ivan Perisic dan rekan-rekan mesti mengeluarkan segenap kemampuannya. Supaya bisa membuktikan kalau skuatnya bisa bangkit, dengan terus meraih kemenangan. Dengan seluruh kerja keras Spalletti, mampukan Inter Milan keluar dari kutukannya?